Pages

Sabtu, 02 Oktober 2010

Lingkungan Fisik dan Perubahannya

Lingkungan fisik dan Perubahannya

Pengertian :

Lingkungan fisik (anorganik) merupakan komponen yang terdapat dalam kehidupan. Lingkungan fisik (anorganik) adalah lingkungan yang terdiri dari gaya kosmik dan fisigeografis. Lingkungan fisik (anorganik) contohnya seperti tanah, air, radisai, gaya tarik, dan sebagainya.



Jenis – jenis lingkungan fisik dan perubahannya :

1. Alami
Perubahan lingkungan fisik secara alami terjadi karena faktor alam. Perubahan lingkungan fisik secara alami meliputi : Angin, Gelombang, Pasang Surut, Arus dan Transport Sedimen, Angin Topan dan Badai, Siklus Hidrologi, gunung meletus, gempa bumi, dan sebagainya.

2. Buatan manusia
Perubahan lingkungan fisik karena buatan manusia terjadi karena aktivitas manusia. Perubahan lingkungan fisik karena buatan manusia meliputi : banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, kerusakan mangrove, kerusakan terumbu karang, kerusakan padang lamun, pemanfaatan sumber daya secara berlebihan, pencemaran, dan sebagainya.

Perubahan lingkungan fisik akibat perubahan iklim

Meningkatnya suhu bumi akibat akumulasi gas-gas rumah berbasis karbon, seperti karbondioksida, metan, dan hidrofluorocarbon, mendorong terjadinya perubahan iklim. Mencairnya es di pegunungan salju abadi dan Himalaya, Andes, Jayawijaya, dan Patagonia, serta Kutub Utara dan Selatan adalah indikasi meningkatnya suhu bumi. Selain itu, perubahan suhu bumi juga terjadi di lautan yang mengakibatkan berubahnya siklus
dan kejadian cuaca, yang disebut sebagai perubahan iklim.

Suhu adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah perubahan iklim secara global.

Perubahan iklim menyebabkan terjadinya kenaikan suhu, mencairnya es di kutub, meningkatnya permukaan laut, bergesernya garis pantai, musim kemarau yang berkepanjangan, periode musim hujan yang semakin singkat, namun semakin tinggi intensitasnya, dan anomaly-anomali iklim seperti El Nino – La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD). Hal-hal ini kemudian akan menyebabkan tenggelamnya beberapa pulau dan berkurangnya luas daratan, pengungsian besar-besaran, gagal panen, krisis pangan, banjir, wabah penyakit, dan lain-lainnya.
Akibat lain dari perubahan iklim ialah perubahan terhadap lingkungan fisik dan biota. Dampaknya, terjadi kerusakan terhadap komposisi ketahanan atau produktifitas ekosistem alam. Hal ini berpengaruh sekali terhadap kesejahteraan dan kesehatan manusia.

Perubahan lingkungan fisik akibat aktifitas manusia

Perubahan lingkungan fisik akibat aktifitas manusia

Meningkatnya kontrol manusia terhadap lingkungan hidupnya ser¬ingkali menciptakan konflik-konflik antara sasaran-sasaran kemanusiaan dengan proses-proses alamiah. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan fisik.

Akibat aktifitas manusia terhadap perubahan lingkungan :

A. Lingkungan bisa menjadi baik

Lingkungan fisik menjadi baik apabila ada peran serta dan campur tangan manusia misalnya :
- Dibangunnya perumahan, gedung bertingkat, pabrik – pabrik besar lingkungan menjadi lebih ramai dan maju.
- Dibuat jalan, bandara, terminal, stasiun, dan pelabuhan menjadikan transportasi lancar.
- Dibuat hutan lindung mengakibatkan perubahan lingkungan fisik :
a. Menjamin tersedianya air bersih
b. Penyedia oksigen
c. Mencegah erosi dan banjir
d. Berbagai jenis hewan mempunyai tempat tinggal
e. Menjadi objek wisata alam
f. Menjadi objek konservasi alam dan penelitian ekologi hutan

B. Lingkungan menjadi rusak

- Pembakaran hutan sembarangan dan hutan lindung yang subur berubah menjadi areal perumahan, pabrik sehingga terjadi pengusapan lahan mengakibatkan banjir, erosi, tanah longsor, hewan – hewan kehilangan tempat tinggal, berkurangnya persediaan oksigen.
- Terjadi urbanisasi dan penglihatan tanah pertanian yang semula subur menjadi daerah pemukiman industri sehingga lahan pertanian semakin sempit.
- Penambangan liar mengakibatkan daerah pertambangan longsor.
- Pemakaian bahan peledak, racun dan pukat harimau dalam menangkap ikan mengakibatkan banyak ikan mati, rusaknya terumbu karang dan biota laut.
- Pencemaran air, udara, dan tanah akibat limbah pabrik dan limbah rumah tangga dibuang sembarangan.

Dampak negatif perubahan lingkungan fisik dalam bidang produksi pangan
• Banjir yang menggenangi sawah dan merusak tanaman padi.
• Kebakaran hutan di musim kemarau menyebabkan kerusakan dan matinya organisme di hutan tersebut.
• Tercemarnya air laut dan sungai karena limbah yang menyebabkan ikan-ikan dan organism yang hidup di laut mati.
• Pertambahan jumlah penduduk yang pesat menyebabkan lahan pertanian berubah menjadi areal perumahan.
• Kegiatan pembangunan dengan pola-pola perusakan lingkungan pesisir pantai atau kegiatan reklamasi (pantai di buat perumahan, taman wisata) mengakibatkan abrasi sehingga mengakibatkan lahan tambak (kolam buatan untuk memelihara ikan) hilang.
• Ledakan pertumbuhan tanaman air(enceng gondok) yang diluar kendali, menyebabkan oksigen yang digunakan oleh ikan dan tumbuhan air menjadi sedikit.
• Perubahan iklim yang ekstrem seperti kekeringan berkepanjangan, badai hebat, dan banjir besar, membuat produksi komoditas bahan pangan produsen utama anjlok dan gagal panen.
• Naiknya suhu udara yang berdampak terhadap unsur iklim, terutama kelembapan dan dinamika atmosfer yang berpengaruh terhadap produktifitas tanaman
• Berubahnya pola curah hujan dan makin meningkatnya intensitas kejadian iklim ekstrim yang akan mengancam ketahanan pangan nasional
• Naiknya permukaan air laut akibat pencairan gunung es di kutub utara. Salinitasi (kadar garam) pada tanah akan bersifat racun pada tanaman.

Dampak Negatif Perubahan Lingkungan Fisik Terhadap Kesehatan
o Pencemaran Udara
Pencemaran udara bisa berarti polusi akibat kendaraan, asap pabrik, asap rokok, asap pembakaran sampah, dsb. Asap – asap tersebut dapat mengakibatkan gangguan pernafasan bagi kesehatan tubuh manusia. Seperti sesak nafas, asma, kanker paru – paru, tberkulosis (TBC), bronkhitis, dan influenza.
o Kerusakan Hutan
Kerusakan hutan dapat diakibatkan dari penebangan pohon secara liar. Dapat mengakibatkan tanah longsor atau banjir. Terhadap kesehatan, banjir dapat menyebabkan diare, dan juga penyakit kulit.
o Pencemaran Air
Pencemaran air dapat diakibatkan oleh limbah pabrik, sampah yang dibuang secara sembarangan. Penyebab pencemaran air hampir sama seperti kerusakan hutan, menyebabkan banjir. Dapat mengakibatkan penyakit kulit seperti, gatal – gatal, panuan, kudis, kurap, kutu air, dll.
o Tidak adanya air bersih mengakibatkan :
- Diare - Kolera
-Demam berdarah - Tiphus
-Disentri - Cacingan
-Hepatitis A - Malaria
o Air yang tercemar mengakibatkan penyakit kulit/rasa gatal
o Udara yang tercemar dapat menimbulkan gangguan pernapasan (sesak nafas)
o Kekeringan menyebabkan kelaparan/kekurangan gizi

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 

(c)2009 Afifahroskha's Post. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger